Art Review: Perjalanan Seorang Maestro Arie Smit Melalui 8 Lukisan

Dilelang kali ini kita mendapat kesempatan yang langka, untuk melihat perjalanan seorang maestro yaitu Arie Smit, dengan delapan karya yang akan kita lelang.

Melalui teknik dan obyeknya kita akan melihat perjalanan dan pertumbuhan seni dari pelukis kelahiran Belanda, 15 April 1916 ini. Dimulai dari lukisan pertama Arie Smit sering melukis dengan gaya Impresionis.

Arie Smit – Di Kota Bandung, 1948

Lukisan pertama dibuat ketika ia berada di Bandung berjudul Di Kota Bandung yang diperkirakan dibuat tahun 1948.

Pada lukisan ini menggambarkan keasrian daerah Bandung yang masih didominasi oleh warna kehijauan di tengah pemukiman.

Nuansa yang menyejukkan dipertegas dengan background pegunungan yang mengelilingi kota Bandung.

Bisa dilihat secara gaya lukisan satu ini masih kental dengan gaya impresionis dimana tidak ada garis tegas hitam, gaya impresionis ini memang terkenal di eropa saat itu. 

Tetapi ia dapat dengan mahir mengkombinasi teknik asing dengan obyek di sekitarnya.

Arie Smit – Krisna, 1957

Setelah ia pindah ke Bali mulai terlihat perubahan gaya lukisannya. Seperti lukisan ini, yang dibuat pada periode 1950 sampai 1990.

Gaya impresionis yang dipertebal dengan penggunaan warna yang kontras dan lebih berani. Sudah mulai terlihat goresan pointilisme yang menjadi karakteristik Arie Smit yang kuat.

Arie Smit – Pantai Laut Di Lebih
Arie Smit – Balinese Girl Cave Heading To The Temple, 1992

Selanjutnya di periode 1990 sampai tahun 2000. Arie Smit masih terlihat sisi impresionismenya dengan warna yang tenang, namun kekuatan pointilisme yang digunakan semakin menonjol. Artinya nuansa garis dan titik semakin terlihat jelas sehingga objek pada lukisannya semakin dipertegas.

Arie Smit – Night Fall in Bali, 2000
Arie Smit – Temple in Hill Country, 2003
Arie Smit – Entrance Gate to Shrine, 2004

Terakhir lukisan yang dibuat pada tahun 2000 ke atas memiliki karakteristik yang berbeda. Secara teknik pointilisme semakin jelas, serta pemilihan warna yang semakin kuat dan berani.

Hal ini disebabkan karena kondisi kesehatan Arie Smit yang semakin menurun, mengingat usia yang sudah tidak muda lagi, menyebabkan kemampuan indra penglihatannya menurun. Sehingga ia lebih menggunakan warna yang ngejreng.

Arie Smit sendiri sudah meninggal pada tahun 2016 dan karyanya banyak menjadi buruan para kolektor. Sehingga karya lukisannya sangat sulit untuk didapatkan dan semakin langka karena para kolektor enggan menjualnya.

Jika kalian ingin memiliki karya lukisan dari Arie Smit yang ada di video ini, kalian bisa mengikuti lelang hanya  di Masterpiece Auction di bulan November 2021. Untuk lebih lengkapnya kalian bisa kunjungi website Masterpiece Auction yang ada di kolom deskripsi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *