Article

Affandi – Sun, Feet and Hands, 1979

Masterpiece Auction meluncurkan event Lelang Lukisan Online Masterpiece: Southeast Asian, Chinese, Modern & Contemporary Art, pada tanggal 16 September hingga 5 Oktober 2021.

Pada event lelang lukisan online ini Masterpiece Auction melelang karya-karya Maestro Indonesia dan Asia Tenggara seperti Affandi, Lee Man Fong, S. Sudjojono, Ahmad Sadali, Hendra Gunawan, Basoeki Abdullah, Srihadi Soedarsono, Chen Wen Hsi, Cheong Soo Pieng, dan masih banyak lagi.

Affandi – Perahu Jukung

Salah satu lukisan yang menarik untuk dimiliki adalah buatan Affandi dengan judul Perahu Jukung, 1975. Lukisan ini menggambarkan objek perahu jukung yang sedang bersandar di tepian pantai dan beberapa sosok Nelayan yang tengah sibuk dengan aktivitasnya, dengan latar belakang pemandangan laut yang luas dengan alunan deburan ombak.

S. Sudjojono – Tirta Samudra

Selanjutnya ada juga lukisan dari S. Sudjojono dengan judul Tirta Samudra, 1952. Lukisan ini menggambarkan alam bawah laut dengan biota lautnya yang sangat indah. Ciri khas goresan S. Sudjojono terasa amat kuat pada lukisan ini.

Hendra Gunawan – Gembala Kerbau

Lukisan yang tidak kalah menarik juga ada dari Hendra Gunawan dengan judul Gembala Kerbau, 1975. Lukisan ini memiliki ukuran 40 x 100 cm dengan media kanvas, dengan jenis naturalis khas Hendra Gunawan.

Hadir sejak 2003, Masterpiece Auction terus berkomitmen untuk mempertemukan kolektor dari mancanegara dengan karya-karya seni rupa yang terbaik dan otentik.

Untuk mengikuti lelang Masterpiece Online Auction juga sangatlah mudah, kolektor bisa mengunjungi website Auctions.masterpiece-auction.com

Selain itu bagi anda yang ingin melihat langsung lukisan yang diinginkan, anda bisa membuat janji dengan tim marketing Masterpiece Auction, dengan mengikuti protokol kesehatan.

Master Works on Paper merupakan judul lelang lukisan online yang diselenggarakan pada tanggal 1 – 8 September 2021 dengan total 54 lukisan kertas.

Masterpiece Auction merupakan platform lelang karya seni dan barang unik berharga. Manager Marketing Masterpiece Auction menyatakan saat ini lukisan berbahan dasar kertas masih sangat diminati karena harganya relatif murah.

Dengan harga yang relatif murah lukisan dengan media kertas saat ini bisa jadi salah satu koleksi yang diminati banyak kolektor karya seni seperti lukisan.

Selain itu lukisan dengan media kertas juga dinilai memiliki nilai seni yang tinggi, karena pelukis tidak boleh membuat kesalahan. Jika kesalahan terjadi ketika melukis diatas kertas, maka lukisan tersebut gagal dan tidak bisa ditimpa dengan cat lagi, dan harus melukis lagi dari awal.

Setiap lukisan yang dilelang sudah melewati kurator-kurator lukisan profesional. Bahkan beberapa lukisan memiliki sertifikat yang sudah terdaftar di galeri atau museum lukisan di Indonesia.

Pelukis yang dikenal diantaranya Adrien Jean Le Mayeur De Merpres, Hendra Gunawan, Affandi, Ahmad Sadali, Lee Man Fong, dan pelukis ternama lainnya.

Adrien Jean Le Mayeur De Merpres – Three Balinese Maidnes

Salah satu lukisan paling mahal di lelang kali ini dibuat oleh pelukis asal Belgia yaitu Adrien Jean Le Mayeur De Merpres yang berjudul Three Balinese Maidens.

Lukisan ini bergaya realis yang menceritakan budaya atau tradisi di Bali kuno, yang menggambarkan tiga orang wanita Bali yang sedang duduk santai. Ketiga Wanita tersebut bertelanjang dada, salah satu budaya Bali masa lalu Karena dibuat oleh pelukis legendaris dan lukisan yang sangat bagus.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelukis,seniman dan seni rupa, Masterpiece Auction akan terus mengadakan lelang lukisan secara online dan terus berkomitmen untuk mempertemukan kolektor dengan karya-karya seni rupa yang terbaik dan otentik.

Industri kreatif termasuk industri seni rupa seperti lukisan terus mengikuti perkembangan jaman. Masterpiece Auction sebagai platform lelang lukisan dan karya seni rupa, ikut terus berpartisipasi membantu para seniman agar tetap bisa menjual karyanya.

Dengan mengikuti tren digitalisasi saat ini, Masterpiece Auction memiliki platform berupa aplikasi berbasis website yang bisa digunakan oleh para kolektor.Para kolektor bisa melihat karya yang sedang dilelang di Auctions.masterpiece-auction.com atau mendownload aplikasi Masterpiece Auction di Smartphone Android dan IOS.

Masterpiece Auction juga memiliki tim marketing yang siap membantu jika ada pertanyaan mengenai karya seni yang dilelang, maupun tata cara untuk mengikuti lelang online. 

Karya lukisan yang dilelang berasal dari pelukis legendaris yang namanya sudah mendunia. Sebut saja Hendra Gunawan, S. Sudjojono, Lee Man Fong, Ahmad Sadali, Basoeki Abdullah, Serihadi Soedarsono dan pelukis maestro lainnya.

Di awal september 2021 Masterpiece Auction juga telah selesai mengadakan lelang yang diselenggarakan selama satu minggu dengan judul Master Works on Paper. Lelang tersebut berhasil menjual lebih dari 30 karya lukisan diatas kertas dengan harga yang bervariasi.

Masterpiece Auction saat ini sedang mengadakan lelang lukisan online dengan judul MASTERPIECE : Southeast Asian, Chinese, Modern & Contemporary Art.

Lukisan merupakan sebuah karya seni yang dibuat oleh tangan manusia sesuai dengan imajinasi dari tangan para pelukis. Dengan teknik yang dimiliki dan ciri khas masing-masing pelukis, membuat nilai lukisan menjadi lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Kini karya seni berupa lukisan dianggap sebagai alat investasi bagi beberapa investor dan kolektor karena kelangkaannya. Berbeda dengan investasi saham dan emas yang amat fluktuatif, nilai investasi lukisan bisa dikatakan setara dengan properti yang nilai investasinya lebih stabil.

Lukisan terbaik untuk investasi biasanya dilihat dari beberapa faktor seperti nama artis atau latar belakang pelukisnya, sejarah gambar lukisan dan media yang digunakan.

Lee Man Fong – Goldfish

Sebelumnya Masterpiece Auction pernah melelang lukisan secara online, salah satu lukisan yang dilelang adalah karya dari pelukis legendaris yaitu Lee Man Fong. Lukisan dengan judul Goldfish berukuran 76 cm x 108 cm dengan media Oil on board ditawar dengan harga SGD 85,000 atau sekitar 850 juta rupiah.

Affandi – Self Portrait

Ada juga lukisan dari Affandi berjudul Self Portrait, lukisan di atas media kanvas dengan ukuran 35 cm x 30 cm ditawar dengan harga SGD 60,000 atau sekitar 600 juta rupiah. Tidak menutup kemungkinan beberapa tahun ke depan harga lukisan ini bisa mencapai 1 miliar rupiah, karena lukisan ini hanya ada satu di dunia.

Ini adalah lukisan karya Affandi, seorang maestro seni rupa Indonesia yang namanya sudah mendunia. Lukisan Dengan Judul Matahari, Tangan, dan Kaki ini dibuat pada tahun 1979.

Lukisan ini memiliki goresan cat yang kuat dan sangat ekspresif yang menjadi karakteristik Affandi. Lukisan yang menggambarkan matahari, tangan dan kaki ini selalu disematkan oleh Affandi sebagai simbol di setiap karya yang menjadi favoritnya.

Bagi Affandi Matahari merupakan manifestasi dari semangat hidup, kaki merupakan ungkapan simbolik dari motivasi untuk terus melangkah maju dalam menjalani kehidupan. dan tangan menunjukkan sikap yang tegas dalam berkarya, dan merealisasi segala idenya

Lukisan ini punya warna yang kontras antara objek yang tegas dan latar belakang berwarna merah yang sangat berani, namun tetap terlihat harmonis dalam satu kesatuan.

Masih dengan karya dari Maestro Affandi yang selanjutnya kita bahas adalah lukisan berjudul Perahu Jukung yang dibuat pada tahun 1975. Berbeda dengan lukisan sebelumnya, lukisan satu ini menggambarkan objek yang lebih mudah dicerna oleh mata orang awam.

Lukisan ini menggambarkan objek perahu jukung yang sedang bersandar di tepian pantai dan beberapa sosok Nelayan yang tengah sibuk dengan aktivitasnya. Dengan latar belakang pemandangan laut yang luas dengan alunan deburan ombak.

Pada lukisan ini sangat terlihat kesederhanaan sang Maestro dengan memilih tema yang merakyat, serta menjunjung tinggi nilai budaya tradisional Bangsa Indonesia. Perahu Jukung sendiri sangat erat dengan kehidupan Nelayan tradisional Nusantara, dan unsur tersebut yang ditangkap oleh Affandi yang kemudian dituangkan diatas kanvasnya.

Dengan gaya ekspresionis yang sangat khas, Affandi berhasil menunjukkan semangat dari para Nelayan yang telah berjuang menghadapi ganasnya lautan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Masterpiece Auction menggelar lelang lukisan karya maestro Asia Tenggara, dengan judul Southeast Asian, Chinese, Modern & Contemporary Art.

Srihadi Soedarsono merupakan pelukis ternama Indonesia yang namanya sudah sangat dikenal oleh kolektor, tidak hanya di Indonesia bahkan sampai ke mancanegara.

Salah satu karya yang menarik dari maestro Srihadi Soedarsono yang dilelang dengan judul Bedaya-Fight For Freedom Love and Peace, 2011.

Lukisan ini menggambarkan tiga wanita penari Bedaya. Bedaya adalah seni tari klasik dari Jawa, yang dikembangkan di kalangan keraton-keraton pewaris tahta kerajaan Mataram.

Tarian Bedaya dibawakan dengan gerakan gemulai dan meditatif karena Bedaya merupakan hasil dari inspirasi Raja mengenai suatu peristiwa penting.

Keindahan serta kemegahan itulah yang berhasil diungkapkan oleh Srihadi Soedarsono dalam karya ini. Sosok penari yang digambarkan dengan sangat cantik dan gerakan yang sangat luwes menggambarkan ketenangan batin, serta latar belakang kemerahan yang sangat kuat mempertegas jiwa semangat juang yang harus kita jaga dari cerita masa lampau.

Untuk memiliki lukisan karya karya Srihadi Soedarsono bisa langsung mengikuti lelang di auctions.masterpiece-auction.com.

Lelang online MASTERPIECE: Souheast Asian, Chinese, Modern & Contemporary Art yang dimulai dari tanggal 16 September 2021 telah berakhir pada tanggal 5 October 2021 lalu. Pada lelang tersebut terdapat berbagai karya dari para pelukis terkemuka Asia Tenggara, pelukis terkenal asal Indonesia seperti Affandi, S. Sudjojono, Basoeki Abdullah, Ahmad Sadali, dan lain sebagainya.

Lelang tersebut menghadirkan beberapa lukisan yang sangat langka, salah satunya adalah lukisan berjudul Abstract karya Srihadi Soedarsono. Karya pelukis Indonesia yang namanya sudah mendunia itu dibuat pada tahun 1957.

Lukisan Abstract menjadi rebutan dari banyak kolektor, hal itu memang sangat wajar mengingat lukisan tersebut memang sangat langka. Karena sangat sulit mendapatkan karya dari Srihadi dengan tahun setua itu dengan kondisi yang masih sangat baik.

Srihadi Soedarsono – Abstrak, 1957

Lukisan ini adalah salah satu karya lama dari Srihadi Soedarsono dengan perpaduan gaya kubisme yang didapatkannya saat menempuh pendidikan di Bandung dan abstrak figuratif geometris yang ia dapatkan ketika berada di Bali. Karya Srihadi seperti ini memang sangat sulit kita jumpai pada masa sekarang yang lebih mengarah ke ekpresionisme.

Karya ini tidak hanya menyajikan kemampuan teknik seni yang luar biasa dari seorang Maestro, namun juga memiliki nilai sejarah dari perjalanan kesenirupaan yang telah ditempuh oleh Srihadi Soedarsono. Sehingga tidak mengherankan karya yang satu ini pada akhirnya terjual dengan harga yang fantastis pada lelang Masterpiece Auction kemarin.

Masterpiece Auction merupakan platform lelang yang mempertemukan antara pemilik barang unik berharga dan kolektor yang mencari barang langka untuk dikoleksi. Barang yang bisa dilelang meliputi lukisan, patung, berlian, tas dan yang lainnya.

Metode Lelang

Lelang dilakukan secara online yang bisa dilihat dan diikuti dengan 2 cara, yaitu melalui website resmi di auctions.masterpiece-auction.com  atau melalui aplikasi Masterpiece Auction yang bisa kalian download dari Play Store  (Android) dan App Store  (iOS).

Layanan Pameran

Selama event lelang online masih berlangsung, para calon pembeli bisa melakukan preview untuk melihat langsung kondisi barang dengan mengunjungi galeri Masterpiece Auction di Jakarta. Calon pembeli juga bisa meminta laporan kondisi barang yang diinginkan berupa foto, video dan penjelasan dari tim marketing Masterpiece Auction.

Proses Lelang

Lelang online bersifat Open Public dan Timed Auction, dimana harga setiap barang yang sedang dilelang dapat terlihat dengan jelas. Setiap orang juga bisa ikut berpartisipasi dalam lelang online dengan cara melakukan pendaftaran dan melakukan bidding selama masih dalam periode lelang yang telah ditentukan.

Proses Pemenang Lelang

Ketika lelang online berakhir dan para peserta lelang telah dinyatakan memenangkan satu atau beberapa barang, maka para pemenang akan dihubungi oleh tim Masterpiece Auction, untuk melanjutkan ke proses pembayaran dan pengiriman barang yang telah dimenangkan.

Masterpiece Auction juga membuka kesempatan bagi para pemilik karya seni unik dan berharga yang ingin dilelang. Syarat & Ketentuan barang yang ingin dilelang akan diberikan oleh tim Marketing Masterpiece Auction.

Bagi para pemilik barang yang ingin melelangkan barangnya di Masterpiece Auction bisa langsung menghubungi contact person team Marketing Masterpiece Auction, atau bisa dengan mengirimkan email ke [email protected].

English Version>>

Sales Notice
Dear Valued customer,
Please not there are some changes for the following lot

Lot 4 Artist Wahdi Sumanta title “Danau, 1979” or “Lake, 1979”
Size: 95 x 145 cm
Description: Signed and dated, lower left: Wahdi S’79
Medium: Oil on canvas

Lot 5 Artist Mahyuddin S title “Ombak, 1979” or “Wave, 1979”
Size: 75 x 140 cm
Description: Signed and dated, lower left: Mahyuddin S’79
Medium: Oil on canvas

Lot 6 Artist Rusli title “Kapal-kapal, 1977” or “Boats, 1977”
Size: 31 x 77 cm
Description: Signed and dated, lower right: Rusli, 12-3-1997
Medium: Oil on canvas


Lot 7 Artist Popo Iskandar title “Black Cat, 1990”
Size: 40 x 47 cm
Description: Signed and dated, lower right: Popo’90
Medium: Oil on canvas

Lot 8 Artist Suwaji title “Borobudur”
Size: 150 x 240 cm
Description: Signed and dated, lower right: Suwaji, 2012
Medium: Oil on canvas

Lot 64 Hanafi – Abstract, 2000


Also note that
The for lot 64 work by Hanafi is change the picture is updated and the correct description Size: “120 x 140” and the estimate is 3,000-4,000

For bidding Treasures: Fine Art Auction Online, can you visit the website auctions.masterpiece-auction.com or download apps Masterpiece Auction at Google Playstore.

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang serta diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap negara di dunia ini memiliki kebudayaannya tersendiri yang pada akhirnya menjadi identitas dari negara-negara tersebut. Salah satunya adalah Bangsa Indonesia yang sangat kaya dengan nilai budayanya.

Indonesia merupakan negara kepulauan, yang di setiap pulau memiliki keberagaman budaya di daerahnya masing-masing. Keanekaragaman budaya ini lah yang membuat Indonesia menjadi sorotan dunia. Dengan banyak budaya artinya terdapat keaneka ragaman tradisi mulai dari tarian, makanan, cara beribadah, upacara tradisional, bahasa dan lain lain.

Rudy Pranadjaya – Garuda Legong Dancer

Kebudayaan dapat diwariskan dan disampaikan dengan banyak cara. Selain melalui jalur pendidikan formal, kebudayaan juga dapat diwariskan dari banyaknya buku-buku literatur yang menjelaskan tentang sejarah bangsa. Serta tari-tarian tradisional yang merepresentasikan peristiwa penting bersejarah dan karya seni yang mengandung unsur kebudayaan.

Berawal dari aspek itulah MASTERPIECE Auction sangat memperhatikan kelestarian budaya lokal Bangsa Indonesia. MASTERPIECE Auction dengan konsisten menyajikan karya-karya yang berkaitan dengan unsur kebudayaan. Bisa kita perhatikan dari setiap event lelang yang diselenggarakan oleh MASTERPIECE Auction, selalu ada karya-karya yang mengangkat unsur kebudayaan daerah yang sangat kuat.

Barli Sasmitawinata – Dancer, 1979

Unsur kebudayaan itu bisa terlihat dari karya-karya yang menggambarkan tentang kerakyatan yang kental dengan nuansa Indonesia. Peristiwa sejarah perjuangan bangsa, potret dari para tokoh bersejarah. Serta objek tarian daerah yang dengan gamblang merepresentasikan identitas daerah yang ada di Indonesia.

Karya-karya yang bernuansa kebudayaan lokal ini akan diperkenalkan oleh MASTERPIECE Auction. Kepada generasi muda dan semua kolektor karya seni yang tersebar di dunia. Dengan mengoleksi karya seni dari para maestro, bisa menjadi salah satu upaya untuk mengenal kebudayaan yang ada di Indonesia. Serta mengenang tradisi dari para leluhur kita.

Maka dari itu kita semua tetap harus menjaga nilai kebudayaan daerah untuk dapat kita wariskan kepada generasi penerus kita selanjutnya. Untuk memiliki lukisan budaya Indonesia langsung saja ikuti TREASURES Online Auction yang akan berakhir pada 27 Oktober 2021.